Masalah pelayanan kesehatan adalah hak
setiap warga masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan
kualitas masyarakat ke depan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh
kondisi kesehatan yang baik. Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan
masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang terserang penyakit.
Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah masyarakat yang terserang penyakit
relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering diderita antara lain infeksi
pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit sistem otot, dan jaringan
pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan yang sering
dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat dan memiliki durasi
lama bagi kesembuhannya. Hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca serta kondisi
lingkungan yang kurang sehat. Hal ini tentu mengurangi daya produktifitas
masyarakat Desa Krenceng secara umum.
Sedangkan
data orang cacat mental dan fisik juga cukup tinggi jumlahnya. Tercatat
penderita bibir sumbing berjumlah 1 orang, tuna wicara 1 orang, tuna rungu 1
orang, tuna netra 0 orang, dan lumpuh 0 orang. Data ini menunjukkan masih
adanya kekurangan kualitas hidup sehat di Desa Krenceng. Hal yang perlu dipaparkan adalah
keikutsertaan masyarakat dalam KB. Peserta KB aktif tahun 2010 di Desa Krenceng
berjumlah 267 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi yang diimunisasikan
dengan polio dan DPT-1 berjumlah 246 bayi. Tingkat partisipasi demikian ini
relatif tinggi. Maka, hal tersebut wajar apabila ketersediaan fasilitas
kesehatan yang relatif langka di Desa Krenceng berdampak pada kualitas
kelahiran bagi bayi lahir. Dari 24 kasus bayi lahir pada tahun 2009, hanya 1
bayi yang tidak tertolong. Dalam hal ini, dari jumlah 190 balita di tahun 2010,
masih terdapat 3 balita bergizi buruk, 3 balita bergizi kurang, dan lainnya
sedang atau baik. Hal ini perlu ditingkatkannya perhatian supaya kualitas
balita Desa Krenceng ke depan lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar